Hadirkan Wastra Lokal dalam Busana Modern, Osha Surakhman Tumbuh Bersama LinkUMKM dan BRI
Jumat, 31 Juli 2026 | 10:00 WIB

LINK UMKM - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperluas dukungan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program peningkatan kapasitas dan akses pasar. Salah satu pelaku usaha yang merasakan manfaat ekosistem ini adalah Osha Surakhman, UMKM fesyen asal Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, yang menghadirkan busana ready to wear deluxe dengan memadukan bordir, sulaman, dan tenun khas daerah.
Founder Osha Surakhman Elvi Widia Arosa mengungkapkan bahwa usaha tersebut berdiri pada 2019 untuk mengadaptasi wastra khas Sumatera Barat ke dalam busana yang relevan bagi generasi masa kini. Ia menilai wastra lokal yang selama ini identik dengan busana acara tertentu dapat diadaptasi menjadi busana siap pakai tanpa menghilangkan nilai budaya yang melekat.
Berbekal keterampilan menjahit dari sang ibu serta kolaborasi dengan perempuan pengrajin di daerahnya, Elvi mengembangkan desain yang elegan dan nyaman untuk dikenakan sehari-hari. Saat ini, lini casual ready to wear menjadi produk yang paling diminati.
Pada tahap awal, Elvi menghadapi tantangan, terutama keterbatasan pengetahuan dalam pengelolaan usaha. Keinginan untuk terus berkembang mendorongnya mengikuti program pemberdayaan hingga akhirnya mengenal ekosistem BRI.
“Saya mulai mengenal LinkUMKM sejak menjadi binaan Rumah BUMN BRI Bukittinggi pada 2023. Setelah meraih juara pertama BRIncubator Lokal Sumatera Barat, saya semakin mengenal berbagai program pembinaan BRI, termasuk LinkUMKM yang membuka kesempatan untuk belajar dan mengembangkan usaha,” ungkap Elvi.
Ia menambahkan bahwa program tersebut menjadi bekal penting dalam memperkuat pengelolaan usaha. Melalui LinkUMKM, ia memperoleh akses materi pengembangan bisnis, literasi keuangan, serta ruang bertukar pengalaman dengan sesama pelaku UMKM. Untuk mendukung operasional, Elvi juga memanfaatkan QRIS BRI dan EDC guna mempermudah transaksi saat pameran maupun penjualan.
“LinkUMKM memberikan dampak signifikan bagi pelaku UMKM. Selain menjadi sarana promosi, platform ini juga menyediakan workshop, informasi pengembangan bisnis dan keuangan, serta kesempatan berbagi pengalaman dengan sesama binaan BRI,” ujarnya.
Produk Osha Surakhman kini dipasarkan melalui marketplace, social commerce, galeri, pameran, hingga kerja sama dengan korporasi, dengan jangkauan pasar di berbagai wilayah Indonesia. Seiring pertumbuhan usaha, Elvi tetap melibatkan pengrajin lokal dalam proses produksi sebagai bagian dari komitmen pemberdayaan perempuan sekaligus pelestarian wastra daerah.
Hingga akhir Mei 2026, LinkUMKM telah dimanfaatkan hampir 17 juta pengguna sebagai sarana pendampingan usaha daring yang mencakup peningkatan kapasitas, perluasan akses pasar, hingga percepatan naik kelas. Platform ini menghadirkan enam fitur utama terintegrasi, yakni UMKM Smart, Rumah BUMN, Media, Komunitas, Etalase Digital, dan Coaching Clinic, serta layanan tambahan seperti registrasi NIB, didukung 844 modul pembelajaran untuk memperkuat soft skill dan hard skill pelaku UMKM.
Pada kesempatan terpisah, Senior Executive Vice President (SEVP) Ultra Micro Business BRI M. Candra Utama menyampaikan bahwa perjalanan Elvi menunjukkan pentingnya kemauan untuk terus belajar dan berinovasi dalam mengolah potensi lokal menjadi usaha bernilai tambah.
“BRI meyakini pemberdayaan UMKM tidak terbatas pada akses layanan keuangan, tetapi juga melalui ekosistem yang mendorong pelaku usaha berkembang. Osha Surakhman menjadi contoh bagaimana potensi lokal diolah menjadi produk berdaya saing sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Melalui LinkUMKM, BRI akan terus mendorong agar semakin banyak UMKM Indonesia tumbuh tangguh dan menjadi penggerak ekonomi kerakyatan,” pungkas Candra.
