Punya Usaha Saja Tidak Cukup, UMKM Perlu Tahu ke Mana Bisnisnya Akan Bertumbuh

Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Pelatihan LinkUMKM Punya Usaha Saja Tidak Cukup, UMKM Perlu Tahu ke Mana Bisnisnya Akan Bertumbuh

LINKUMKM – Memiliki usaha belum tentu berarti memiliki arah bisnis yang jelas. Banyak pelaku UMKM sudah menjalankan usaha bertahun-tahun, memiliki pelanggan, bahkan menghasilkan omzet, tetapi masih kesulitan menjawab satu pertanyaan penting: sebenarnya bisnis ini ingin dibawa kemana?

Pertanyaan tersebut menjadi benang merah dalam sesi pelatihan “Punya Usaha, Punya Arah: Strategi Membangun Bisnis Berkelanjutan” bersama Dany Ariyanto. Sesi ini mengajak pelaku UMKM untuk tidak hanya berfokus pada aktivitas operasional sehari-hari, tetapi mulai melihat bisnis secara lebih strategis agar dapat bertahan, berkembang, dan memiliki tujuan yang jelas.

Dalam membangun bisnis, memiliki produk yang baik saja belum cukup. Pelaku usaha perlu memahami siapa pelanggan yang menjadi target pasar, kebutuhan apa yang ingin dipenuhi, serta nilai apa yang membuat produknya relevan dengan kebutuhan pelanggan. Karena itu, mengenali target pasar secara spesifik menjadi salah satu langkah penting dalam menentukan arah bisnis.

Pelaku UMKM perlu mengenali gambaran konsumennya dengan lebih jelas, mulai dari usia, pekerjaan, lokasi, kemampuan membeli, hingga minat dan kebiasaan mereka. Dengan mengenali karakter pelanggan secara lebih spesifik, maka strategi produk, komunikasi, hingga kanal pemasaran dapat disusun dengan lebih tepat. Contohnya, bisnis catering sehat dapat menyasar pekerja kantoran yang memiliki kesadaran terhadap kesehatan sekaligus membutuhkan solusi makan siang yang praktis dan cepat.

Pemahaman terhadap pelanggan tersebut kemudian perlu diterjemahkan ke dalam model bisnis yang saling terhubung. Mulai dari nilai yang ditawarkan, kanal untuk menjangkau pelanggan, aktivitas utama yang perlu dijalankan, hingga sumber pendapatan yang ingin dikembangkan. Dengan demikian, setiap aktivitas bisnis memiliki alasan dan tujuan yang jelas, bukan sekadar mengikuti tren atau melakukan apa yang dilakukan kompetitor.

Pelatihan ini juga membahas pentingnya membangun strategi pemasaran yang sesuai dengan karakter bisnis. Pemanfaatan kanal digital bukan hanya tentang hadir di media sosial atau marketplace, tetapi bagaimana kanal tersebut digunakan untuk menjangkau target pasar dan mendukung tujuan bisnis. Dijelaskan dalam materi yang disampaikan, WhatsApp Business, Instagram, hingga Google Business Profile dapat digunakan secara berbeda sesuai kebutuhan dan karakteristik pelanggan.

Namun demikian, strategi bisnis tidak berhenti pada menentukan target pasar dan kanal pemasaran saja. Pelaku UMKM juga perlu memiliki target yang konkret dan dapat diukur. Oleh karena itu, peserta diajak menyusun business blueprint sederhana yang mencakup tujuan utama bisnis, target pasar spesifik, target omzet dalam satu tahun, strategi utama pemasaran dan digital, hingga aksi prioritas yang akan dilakukan dalam 90 hari ke depan.

Pendekatan tersebut membantu pelaku usaha mengubah tujuan yang masih abstrak menjadi langkah yang lebih terarah. “Ingin bisnis berkembang” misalnya, perlu diterjemahkan menjadi target yang lebih spesifik: berapa omzet yang ingin dicapai, siapa pelanggan yang ingin ditambah, kanal pemasaran apa yang akan dioptimalkan, dan tindakan apa yang harus mulai dilakukan dalam waktu dekat.

Pelatihan ini ditutup dengan materi terkait kemampuan untuk melakukan refleksi secara berkala. Pelaku UMKM harus berani melihat kondisi bisnis apa adanya, di mana posisi bisnis saat ini, kemana bisnis ingin dibawa, apa hambatan terbesar yang dihadapi, peluang apa yang belum dimanfaatkan, dan apa tindakan pertama yang bisa dilakukan. Sebab, bisnis yang memiliki peluang untuk bertahan dalam jangka panjang adalah bisnis yang mengetahui arah pertumbuhannya dan memiliki langkah untuk mencapainya.

Komentar

Media Lainnya